19
Oct
10

Bergames Gembira Sambil Kembangkan Potensi Diri

Oleh: Fahrin Malau

Puluhan orang berkumpul di Bukit Lawang. Mereka bukan hanya sekedar rekreasi. Mereka ingin mengikuti games yang dikemas dalam sebuah kegiatan outbound training. Berbagai tantangan dipersiapkan, harus dilalui peserta. Wajah-wajah takut,

tampak di antara peserta. Sekali-kali terdengar tawa melihat di antara peserta harus gagal dalam menyelesaikan rintangan yang dibuat. Walau gagal, tim selalu memberikan dukungan untuk dapat melalui rintangan.

“Games dikemas dalam outbound training terkesan sekedar permainan. Sesungguhnya dalam games, mampu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki seseorang. Seperti kepemimpinan, motivasi, kerjasama dengan tim dan lain sebagainya. Untuk semua itu, games yang dikemas, harus dilakukan dengan memiliki makna dan tujuan. Ttidak sekedar permainan saja,” ungkap Penanggung Jawab Mikroskill Outbound Training, Saliman, yang ditemui di Jalan Thamrin Medan.

Karena itu lanjutnya, sejak melaksanakan outbound training untuk mahasiswa baru Mikroskill tahun 2003 lalu dengan mendatangkan motivator dari Akademi Jakarta. Pengembangan outbound training dilakukan dengan memberikan pelatihan tentang outbound training. Dia menyadari membuat outbound training tidak dapat sekedar mengandalkan pengalaman. Harus melalui suatu pelatihan yang dilakukan oleh para trainer berpengalaman. Memiliki kemampuan dalam mengembangkan motivasi, kepemimpinan dan kerjasama tim. Tanpa pelatihan yang diperoleh dari trainer berpengalaman, bagaimana mungkin orang dapat menyusun program outbound training yang baik.

“Sebelum membuat outbound training, terlebih dahulu kita memberikan pelatihan kepada tim. Dari pelatihan yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan untuk menghasilkan outbound training sesuai yang diinginkan constumer,” jelasnya.

Pengembangan yang dilakukan, program outbound training yang dimiliki yakni pembentukkan kepemimpinan yang kuat (Strong Leadership Training). Pembentukan karakter yang baik (Character Building), pembentukkan tim yang efektif (Effective Team Building), pembentukkan dan penajaman motivasi berprestasi (Achievement Motivation Training), pembentukkan dasar-dasar milter (Military Basic Training) dan lain sebagainya.

Dia mencontohkan outbound, bertujuan untuk pembentukkan tim. Secara umum, dapat membangun suatu karakter yang kokoh dari individu. Memiliki pola pikir yang terbuka dan luas dalam pengimplementasikan suatu visi dan misi yang harus diemban.

Outbound juga membentuk wawasan, paradigma dan prilaku kerja yang efektif. Juga mampu membuat suasana kerja yang membutuhkan kesadaran pola pikir dan prilaku dealam sistem organisasi yang rapi dan tertata. Untuk mencapai tujuan, materi yang disampaikan dengan membangun paradigma baru, sesuai dengan tugas dan tanggungjawab.

Mengkhususkan Tempat Outbound

Awal-awal outbound, diperkenalkan sekitar 10 tahun lalu. Tidak banyak orang mengetahui manfaat yang diperoleh dari outbound training. Tidak banyak perusahaan, universitas, sekolah, organisasi, memberikan outbound training kepada karyawan, mahasiswa, siswa dan anggota. Alasannya karena outbound tidak lebih sebatas kegiatan hura-huran dan rekreasi.

Belakangan, perusahaan, universitas, sekolah dan organisasi, mulai melirik jasa penyelengga outbound. Program-program yang ditawarkan diarahkan untuk pengembangan potensi diri. Beberapa perusahaan, universitas, sekolah dan organisasi mulai meminta jasa untuk melakukan outbound.

Permintaan jasa outbound sejak tahun 2003, terus meningkat. Begitu juga dengan jumlah jasa outbound, terus bertambah dengan menawarkan berbagai program. Untuk menghasilkan outbound training yang berkualitas para pelaku bisnis tidak tanggung-tanggung menyediakan fasilitas yang diperlukan dengan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Seperti yang ditemui Adelina Lubis dari Harian Analisa, di Kampung Ladang outbound camp berlokasi di Tanjung Anom, Medan Sumatera Utara. Lahan seluas lebih kurang lima hektar dibangun Rudy Girsang. Mulanya Rudy berniat membangun rumah tempat tinggal, namun tiba-tiba pria bertubuh tinggi besar ini pun, tertarik untuk menekuni dunia bisnis outbound. Tak ada alasan khusus, katanya.

“Ah, ini hanya sekadar menikmati masa pensiun saja,” ujarnya.

“Kita tetap melayani konsumen walau sekedar bermain, melihat pemandangan. Dikhususkan bagi konsumen outbound, fasilitas yang diberikan diantaranya tempat penginapan,” terangnya.

Dalam menentukan jenis permainannya, umumnya pihak Kampung Ladang, bertanya terlebih dahulu, sasaran dan tujuan yang hendak dicapai dalam outbound oleh perusahaan. Bersifat individu, team work, leadershif dan lain sebagainya.

“Penerapan games tidak sembarangan. Masing-masing games memiliki arti dan fungsi bagi yang memainkannya,” katanya.

Sebagai contoh, outbound yang bertujuan kepada individu misalnya. Salah satu permainan yang dimainkan untuk mencapai sasaran adalah permainan high roof. Permainan berjalan di atas tali. Permainan ini mendorong seseorang untuk mengambil sebuah keputusan dan kepercayaan diri. Apakah dia mampu untuk berjalan di atas tali? Sendiri, tanpa bantuan orang lain?

“Sebelumnya kami sudah meyakinkan dan memotivasi para peserta, alat pengaman dikaitkan kepada tubuh peserta sangat aman, berstandar internasional. Terkadang membangun rasa percaya terhadap orang lain bukan hal yang mudah. Kebanyakan, para peserta masih merasa ragu dan khawatir akan terjatuh dari posisi ketinggian,’ beber Hendi.

Sebut lagi permainan flying fox. Permainan meluncur sejauh 150 meter. Sekilas memang terlihat enteng, karena hanya meluncur saja. Kebanyakan kasus yang terjadi, para peserta merasa ketakutan luar biasa. Muncullah pikiran di dalam diri, ‘iya atau tidak’. Justru ini proses yang sulit, karena kalau para peserta tidak berhasil diyakinkan, itu berarti kegagalan bagi pihak outbound.

Tidak jauh berbeda dengan GM Binge Rafting, Ade S Chandra, outbound yang mengkhususkan arung jeram mengakui dapat membentuk potensi peserta. Selain outbound yang menyajikan arung jeram juga memiliki games lainnya.

“Sebelum constumer meminta kita untuk membuat outbound, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan untuk mengetahui maksud dan tujuan dari pelaksaan outbound,” ungkapnya.

Bila outbound yang diminta untuk senang-senang atau sebagai rekreasi, games yang dibuat untuk memberikan hiburan. Sebaliknya bila untuk mengembangkan potensi games yang dimuat ada muatan-muatan khusus.

Diakuinya, keinginan perusahaan, universitas, sekolah, organisasi membuat outbound untuk karyawan, mahasiswa dan siswa mulai cerdas. Constumer sudah menyadari outbound tidak sekedar mencari kesenangan tapi dapat memecahkan persoalan yang dihadapi perusahaan dalam hal ini peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 


0 Responses to “Bergames Gembira Sambil Kembangkan Potensi Diri”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: